Kamis, 28 Mei 2009

surga

saat derita hilang deritanya
saat susah hilang susahnya
saat segala keburukan hilang rasa buruknya
tercapailah surga selamanya
meniti derita neraka
mencapai surga selamanya
dengan
menerima kita pada hakekat manusia yang fana
yang rapuh
hanya dia yang Maha .,

Minggu, 24 Mei 2009

ayat

akhirnya ayat itu turun juga di negara kami
Negara Kesatuan Republik Indonesia
setelah sekian ratus tahun jaman hijrah
sedangkan jahiliyah-jahihiyah masih merajalela

akhirnya ayat itu turun di negara kami
negara yang subur tercinta
yang ramah tamah penduduknya enggan bertegur sapa

dan ayat itu turun di negara kami
satu ayat turun
disusul ayat-ayat yang lain
menjadi kesatuan ayat
suratan

dan ketika ayat itu turun di negara kami
kami tak pernah tahu
kami tak pernah mengerti
darimana kami membacanya
dan mulai menterjemahkannya

dan ketika ayat itu turun di negara kami
turun dan terus turun
menjadikannya suratan


salam dedidoler

Rabu, 20 Mei 2009

senang

apa jadinya
jika mengerjakan sesuatu
karena kesenangannya
pasti akan sangat menyenangkan
walaupun susah tetapi menyenangkan
apalagi yang senang
bisa jadi tambah menyenangkan
konon didalam senang ada senang
jadi senang senang
terus senangsenangsenang
hingga jadi senangse nangsen angsenang
dan akhirnya senang kehilangan hakekatnya


salam dedidoler

Senin, 18 Mei 2009

malam

yang aku tahu ini adalah malam mu
bukan malamku
malamnya
ataupun malam mereka
yang aku tahu kau tak pernah keberatan
ia mengaku ini malamnya
atau mereka mematenkan ini malam mereka
yang aku tahu
malam selalu menyembunyikan sesuatu
dibalik gelapnya yang selalu misteri
sedangkan aku berharap aku bisa menemukan ku
dan kemudian menemukanmu
yang aku tahu
kau tak akan pernah sembunyi
untuk kami cari
diantara gelap-gelap malam yang kau buat

Sabtu, 16 Mei 2009

boarding pass

di bandara
tentu saja kita akan menemukan pesawatnya
untuk perjalanan liburan
atau sekedar perjalanan pulang
mau yang eksekutif ataupun yang ekonomi
semuanya melalui proses dulu
karena penerbangan mempunyai aturan
tidak diperbolehkan kelebihan muatan
atau akan mendapatkan denda
yang wajib untuk kau bayar
kecuali kelebihan yang menyatu dalam tubuhmu
yang telah mendarah daging
dan bersenyawa dalam napasmu
dan jangan lupa mintalah boarding pass
kepada petugas yang telah menanti
dan tentu saja
kau sangat cemas saat itu
berharap sang petugas
memberikan tiket dengan tangan kanannya
bukan dengan tangan kirinya


salam dedidoler

Rabu, 13 Mei 2009

yaasiin

yaasiin
yang selamanya misteri
tertulis
terucap
terlafalzkan

yaasiin
batasku batasmu



---salam--- dedidoler

Selasa, 12 Mei 2009

YB

YB kau mengalir di darahku
ataukah memang kau darahnya
YB kau bersenyawa di napasku
ataukah memang kau napasnya
YB kau sari-sari sumber tenagaku
ataukah memang kau sariku
YB kau yang memompa jantungku
ataukah memang kau jantungnya
YB kau yang mengendalikan pikiranku
ataukah memang kau pikirannya
YB kau membuatku hidup
ataukah memang kau hidupnya
YB kau yang menuntun jalanku
ataukah memang kau jalannya
YB kau yang membuat tujuanku
ataukah memang kau tujuannya
YB kau yang meliputi semuaku
ataukah memang kau semuanya

*YB *yang benar*
salam dEDIDOLEr

Sabtu, 09 Mei 2009

mimpi

ku bersyukur
ternyata aku bangun lagi
tak jadi tersesat di alam mimpi
setelah semalam bertualang
di dalam peliknya rimba mimpi
setiap malam
setiap siang
pagi dan sore
selalu mimpi mengajakku berkelana
tapi entah sampai kapan
aku masih bisa bangun dan tersadar
atau malah celakanya aku tak bangun lagi
tersesat selamanya oleh mimpi
yang tak kunjung jadi nyata
padahal waktu nyata terus berjalan
tak kenal kompromi
meninggalkan para pemimpi yang selamanya hanya bermimpi
tanpa keinginan mewujudkannya
sampai tak terasa
hari sudah senja


salam ---dEDIDOLEr---

Jumat, 08 Mei 2009

kebenaran? 2

dedi mendengarkan penjelasan yang diberikan gurunya,

guru : jadi kalian jangan memperdebatkan kebenaran masing-masing, kebenaran menurutmu belum tentu benar menurut doler, dan belum tentu benar menurut guru,
didunia ini ada kebenaran kecil dan kebenaran yang besar, jadi hati-hatilah dalam menentukannya, seperti masalahmu kemarin, bila guru membenarkanmu maka akan hilanglah kebenaran yang lain yaitu tewasnya seorang murid, dan ini menandakan bahwa telang hilang kebenaran seorang guru yang harus melindungi, mengayomi muridnya, mendidik serta memberikan pemahaman,(guru yang bijaksana itu menjelaskan secara panjang lebar)

guru : kamu masih harus lebih banyak belajar lagi, muridku, kamu pun besok akan bisa melebihi pengetahuan-pengatahuan orang awam jika kamu berpikir,.,.

dedi : baik guru, saya mengerti, saya memang harus belajar banyak lagi guru (sambil manggut-manggut mengiyakan penjelasan gurunya)
kalau begitu saya mohon pamit dulu, hari telah larut,.

guru : sambil tersenyum menjawab, baiklah muridku, istirahatlah, rutinitas2 besok telah menunggumu,.


begitulah kira-kira cerita yang disampaikan oleh pembicara, mengenai suatu kebenaran yang ternyata ada suatu kebenaran kecil dan kebenaran yang besar, banyak pula yang menjadi pertimbangan dalam menjalankan kehidupan ini, akankah kita akan lurus dan saklek terhadap suatu hal?
ataukah anda akan menjadi bijaksana?
atau anda mempunyai solusi lain?
inilah kehidupan dan sampai jumpa pada artikel yang lain,

salam .,.,.* ---dEDIDOLEr---

sambungan kebenaran?

kemarin dikisahkan bahwa doler dan dedi sudah sampe ditempat gurunya,

doler : bagaimana guru, apa jawabanny, (desaknya kepada sang guru)

dedi : iya guru, siapa yang benar? (ikut-ikut menambahi)

guru : (hanya terdiam dan manggut mendengar kenekatan kedua muridny) ehm,. (sambil menahan napas, dan berpikir panjang)

keduanya terdiam menahan napas mengharapkan jawaban dari gurunya,

sambil menghela napas guru sudah menemukan jawabannya
guru : doler yang benar, ya, lima dikali tiga adalah tujuh belas,

seketika itu pula doler wajahnya sumringah, tetapi tidak puas terlihat pada dedi yang agak marah, mendengar jawaban gurunya

dedi : tapi guru, semua orang juga tahu, lima dikalikan tiga itu lima belas guru,

guru : menurutku permasalahan ini sudah cukup,(jawab gurunya singkat)
sekarang kalian kembali belajar jangan permasalahkan hal ini lagi,

baik guru (kata keduanya serempak) kemudian mereka meninggalkan gurunya, namun dihati dedi masih bergejolak, bagaimana mungkin gurunya membenarkan doler yang jelas sudah salah,
sepanjang jalan ia menendangi apa yang ditemuinya, kaleng, bak sampah, sampai pot ditaman menjadi sasaran kekesalan dedi,
satu dua hari berselang dedi masih memikirkan masalah tersebut, alhasil mukanya yang ceria berganti kusut karena tidak tidur memikirkan kenapa gurunya yang bijaksana dengan jawabannya. dan suatu saat ketika sudah buntu dedi pun secara diam-diam menghadap kepada gurunya,

dedi : selamat malam guru, saya mohon petunjuk masalah yang kemaren masih mengusik pikiran hamba guru,

guru : ya, ya, (sambil tersenyum) aku sudah menduga bahwa kamu akan datang kesini lagi muridku,

dedi menjadi semakin terheran dengan tindakan gurunya yang begitu santai dan mengetahui ia akan menghadap lagi

guru : mendekatlah kesini muridku, begini ,
jadi lima dikali tiga yang benar adalah lima belas muridku,

dedi menjadi terbengong lagi, karena kemarin menyalahkan jawabannya,

guru : bila kemarin aku menjawab lima belas, maka sekarang doler sudah tewas memotong lehernya sendiri,
lalu tanggung jawabku sebagai guru, sebagai bapak / orang tua kalian adalah sebagai pamomong, dan mengayomi berarti tidak terlaksana,
akupun terpaksa berkata demikian dengan pertimbangan bahwa aku mengenal karakter murid2ku, sementara kamu, dedi,
kamu suatu saat pasti akan mengerti apa yang guru lakukan ini,
sementara padamu pasti terdapat suatu pemahaman karena guru juga tahu seberapa kemampuanmu dalam menghadapi masalah dan karaktermu,
bersambung ,

kebenaran.,.,?

seminggu yang lalu, tepatnya hari rabu ketika itu tempatku mengadakan binrohtal (pembinaan rohani dan mental), dan pembicaranya mengangkat tema yang unik, jadi mungkin disini akan aku bagi kepada kawan semua,

suatu waktu dibawah pohon yang rindang berteduhlah dua murid, doler terkenal dikalangan semua murid paling ngeyel, keras kepala, tapi agak bodo, dan satunya lagi si dedi, murid ini menjadi kesayangan gurunya karena agak sedikit pandai,
alkisah doler dan dedi bercerita tentang pengalaman masing-masing, sampe pada suatu saat ada perdebatan yang tidak bisa dielakan lagi,

doler : mas, mari kita tebakan, mas kan yang lebih lama dan lebih pandai disini,

dedi : ukey, sapa takut, adek saja yang memberi soal,

doler : tapi kalo ternyata saya yang benar gimana mas?
mas bersedia gak melepas topi yang mas kenakan,

dedi : (sambil berpikir sejenak, topi kan merupakan kehormatan yang diberikan gurunya, masak mau di lepas) ehm,.,.,

doler : gimana mas, takut ya,

dedi : tidak lah, bersedia aku dek, (bertambah keyakinan dedi ia akan bisa menjawab pertanyaan yang diajukan doler)
eit , tunggu dulu, kalau ternyata adek yang salah bagaimana (sambil tersenyum, dan menggerakkan kedua alisnya ke atas dan ke bawah)
hayo,.,.

doler : akan kupenggal leherku (jawabnya secara cepat, tegas dan meyakinkan)

dedi : lalu pertanyaannya apa to?

doler : gini mas, lima dikalikan tiga ada berapa mas?

dedi : (terbengong) cuma gitu dek , itu seh gampang, semua orang juga tahu itu, lima belas dek,

doler : salah mas, yang benar adalah tujuh belas,

dedi : kamu yang salah,

doler : gak bisa, tetap mas yang salah, ayo cepet buka topi mas,

dedi : ugak mau ah, aku yang bener kok,

sampe beberapa saat kedua murid itu masih beradu argumen dan membenarkan jawaban masing, semakin lama mereka bertengkar semakin keras. akhirnya mereka sepakat untuk mencari jawaban kepada gurunya yang di kenal sebagai orang bijaksana (sufi) di lingkungannya, dijalan pun keduanya masih terlibat adu argumen membenarkan masing-masing jawaban. dan sampailah mereka dikediaman gurunya,
setelah mereka berdua masuk dan menceritakan asal mula perdebatan mereka mulai dari doler yang berani nekat memenggal kepalanya sendiri bila jawabannya salah, dan dedi yang merelakan kebanggaannya melepas topi yang selama ini menjadi simbol murid yang cerdas dan pandai,

doler : bagaimana sang prabu, siapakan yang benar guru?
(doler yang sudah tidak sabar menunggu jawaban dari gurunya)

bersambung
salam .

Rabu, 06 Mei 2009

yang kulihat dikamarku

mulai paling pojok,
gulungan kertas bersandar
papan catur
monitor komputer
semprotan pelicin pakaian
minyak urut
penggaris
spidol
taspen
gunting
kerokan jenggot
kaleng
speaker aktip
deodoran
hand body lotion
meja
aquarium
ikan lohan
air
selang
filter
minyak wangi
cincin tergeletak
photo besar
cermin
buku tabungan
kabel hanphone usb
koran
stop kontak
charger hape
kalender
gorden
tas
karpet
kasur
guling
baju
stopmap
almari
kunci
kotak
plastik kantong
celana
amplop
nomor parkir
serbet
handuk
buku tulis
tas pinggang
selimut
helm
kaos tangan
matras
ruyung
baret
sabuk
jam
lampu
topi
kardus
sapu tangan
majalah
photo
mouse
boster
pigura
sajadah
sarung
peci

maha suci ALLOH, puji tuhan, seisi kamar aja panjangnya minta ampun,
dan berapa panjang nikmat yang kau berikan kepada hambamu ini duh GUSTi,
bagi mereka yang berpikir


salam dedidoler