dalam do'a ia semakin kusyuk
semoga kelak di ampuni
semua dosa yang menimpanya
ia pasrahkan semua
dan semakin larut dalam do'a
diatas kursi roda
diatas lumpuh kakinya
diatas lemah tangannya
diatas keyakinannya
dalam pengabdian selamanya
setiap istri pergi
air mata menyertainya
bertambah deritanya
namun segera terhapus
oleh harapan anak-anaknya
dan nenek yang sudah renta
sedang dirinya tiada bisa
betapa beratnya
betapa gundahnya
ia tak akan menyalahkan siapa-siapa
ketika bencana merenggut rumahnya
hartanya
organ tubuhnya
dan menggerogoti bahagianya,
istri menggantikan perannya
lembut tangannya
dan lemah tenaganya
yang seharusnya terjaga,
ia semakin tak bisa menyalahkan siapa-siapa
dalamnya do'a
diatas keyakinannya.
----dedidoler----
Tidak ada komentar:
Posting Komentar