Minggu, 09 Agustus 2009

ketentuan

tersebutlah dinasti kerajaan yang bahagia
ditengah sang raja yang waskitha
sakti mandraguna
dan keluarga yang menyayangi
pangeran sebagai penerus tahta
yang selalu dididik
di ajarkan ilmu
tibalah suatu saat
sang raja mendapat firasat
tentang kematian pangeran kesayangannya
berbagai cara ia lakukan
tolak balak hingga persembahan korban
seluruh ahli agama berkumpul
memohon kepada yang kuasa
pangeran di pingit
dilindungi dalam tempat yang aman
dengan ribuan prajurit pilihan
tiba saatnya
pangeran didapati mati kesepian
ditempat yang disangka aman
yang tersisa hanya tetes mata sang raja yang waskitha
dan bisiknya lirih
"ketentuanMU pastilah terlaksana"


------dedidoler------

Tidak ada komentar:

Posting Komentar