bajindul kowal kawul
negara bajindul kowal kawul
bumi gonjang ganjing
yang seharusnya buat pijakan kini oleng
langit kelap-kelap
yang di atas ikutan kalap
badai yang mengombang-ambing rumput
rumput kecil yang tiada menahu
goyang kanan goyang kiri
ikut sana ikut sini
badai yang keluar dari mulut butho galak
para praktisi dengan keakuan pendapat dan argumennya
yang semakin memperkeruh suasana
sementara air yang menyejukan telah keruh
terkontaminasi sampah dan kepentingan
sang semar mengelus dada
berbisk lirih ,"sabar ngger, sabar"
"mudah-mudahan sang penguasa mempunyai penawarnya."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar