Ironis
Di tengah gencar-gencarnya moratorium pegawai negeri tingkat abal-abal
Mereka malah menambah personel di kabinet
Semakin gemuklah ia,
Sepertinya
Mereka tak rela
Sapi perahnya pergi
Hingga berkuranglah produksi susu nya
Kamis, 03 November 2011
Rabu, 02 November 2011
hak cipta
Ketentuan hak cipta
Pasal 1.
Semua karya yang ada disini
Tidak dilindungi
Pasal 2.
tidak dilarang keras untuk copy paste
Menjiplak, menyadur dan atau segala perbuatan yang tergolong pembajakan hasil karya
Pasal 3.
Semuanya bebas
Termasuk bila anda ingin mem“pleset“kan
Merubah sesuai keinginan anda
Pasal 4.
Karena sesungguhnya hak cipta itu hanyalah pada NYA
Kita hanya perantara saja.
Ketentuan peralihan.
Semua ini hanya berlaku disini.
Tidak berlaku ditempat lain.
Dan ataupun yang ditulis orang lain.
Penutup
Bukan berarti kami pro pembajakan,
Hal ini hanya untuk berbagi.
Pasal 1.
Semua karya yang ada disini
Tidak dilindungi
Pasal 2.
tidak dilarang keras untuk copy paste
Menjiplak, menyadur dan atau segala perbuatan yang tergolong pembajakan hasil karya
Pasal 3.
Semuanya bebas
Termasuk bila anda ingin mem“pleset“kan
Merubah sesuai keinginan anda
Pasal 4.
Karena sesungguhnya hak cipta itu hanyalah pada NYA
Kita hanya perantara saja.
Ketentuan peralihan.
Semua ini hanya berlaku disini.
Tidak berlaku ditempat lain.
Dan ataupun yang ditulis orang lain.
Penutup
Bukan berarti kami pro pembajakan,
Hal ini hanya untuk berbagi.
Selasa, 01 November 2011
cita-cita
Dulu aku tak tau yang namanya cita-cita
Kemudian suatu waktu datanglah cita-citaku
Dan saat ini cita itu tinggalah cerita
Ketika aku lihat suatu realita
Kemudian suatu waktu datanglah cita-citaku
Dan saat ini cita itu tinggalah cerita
Ketika aku lihat suatu realita
Sabtu, 16 Juli 2011
Malam ini
Masih tentang nifsu syakban
Berbondong mereka mohon ampunan dosa
entah yang memang mereka SENGAJA
Atau khilaf yang kemudian mereka sadar itu adalah dosa
tentunya borongan
Termasuk dosa yang tidak di ingatnya
Dan yang ia tak sadar bahwa itu adalah dosa
Tuhan maha pengampun
Siapa yang memohon
Yang bersungguh
Dengan ketulusan hati.
Tuhan maha mengetahui
Apa yang "sir"
Apa yang terucap
Niat kita,
Kesungguhan hati kita
Ataupun hanya kelatahan kita sebagai manusia
Dalam memohon ampunanNya
Sungguh
Malam ini nifsu syakban
Berkenan Tuhan memaafkan dosa hamba
Dan berkenan membuka hati hamba
Untuk selalu seiring dengan jalan Mu
Jangan jadikan kami tersesat
setelah Kau beri kami petunjuk saat ini.
Jadikan kami orang yang berguna dalam hidup ini
Untuk kami, keluarga kami, masyarakat
Umat manusia dan alam semesta
Masih tentang nifsu syakban
Berbondong mereka mohon ampunan dosa
entah yang memang mereka SENGAJA
Atau khilaf yang kemudian mereka sadar itu adalah dosa
tentunya borongan
Termasuk dosa yang tidak di ingatnya
Dan yang ia tak sadar bahwa itu adalah dosa
Tuhan maha pengampun
Siapa yang memohon
Yang bersungguh
Dengan ketulusan hati.
Tuhan maha mengetahui
Apa yang "sir"
Apa yang terucap
Niat kita,
Kesungguhan hati kita
Ataupun hanya kelatahan kita sebagai manusia
Dalam memohon ampunanNya
Sungguh
Malam ini nifsu syakban
Berkenan Tuhan memaafkan dosa hamba
Dan berkenan membuka hati hamba
Untuk selalu seiring dengan jalan Mu
Jangan jadikan kami tersesat
setelah Kau beri kami petunjuk saat ini.
Jadikan kami orang yang berguna dalam hidup ini
Untuk kami, keluarga kami, masyarakat
Umat manusia dan alam semesta
Kamis, 02 Juni 2011
sudah biasa
Amat sopar
Berdoa dia sebelum ke kakus
Dan sesaat kemudian
Enak-enaknya di dalam
Terasa pengin bersin
Alhasil
Bersinlah dia
Dan berucap alkhamdulillah,
Itu sudah menjadi kebiasaannya
Tapi lupa dia
Ini di dalam kakus
Selazimnya itu tak di ucapnya
Dia sadar
Berucaplah dia astaghfirullahal 'adzimi
Mohon ampun
Atas khilaf berseru tadi
Celakanya lagi
Ia lupa atau memang sudah reflek biasa
Amat sopar masih didalam
Tak selazimnya berucap demikian.
Khilaf
Sudah biasa
Ataukah ucapan yang tanpa rasa ia.
Berdoa dia sebelum ke kakus
Dan sesaat kemudian
Enak-enaknya di dalam
Terasa pengin bersin
Alhasil
Bersinlah dia
Dan berucap alkhamdulillah,
Itu sudah menjadi kebiasaannya
Tapi lupa dia
Ini di dalam kakus
Selazimnya itu tak di ucapnya
Dia sadar
Berucaplah dia astaghfirullahal 'adzimi
Mohon ampun
Atas khilaf berseru tadi
Celakanya lagi
Ia lupa atau memang sudah reflek biasa
Amat sopar masih didalam
Tak selazimnya berucap demikian.
Khilaf
Sudah biasa
Ataukah ucapan yang tanpa rasa ia.
Minggu, 08 Mei 2011
saat lahir
Saat lahir
bukankah kita telanjang
Lalu apa yang salah sekarang dengan surban, peci, blangkon, jubah, sutra dan lainya
Saat lahir
Kita tak membedakaan warna
Lalu pentingkah kita mempersoalkan merah, kuning, hitam dan putih.
Saat lahir
Kita yakin itu bukanlah derita
Lalu bahagiakah kita dengan emosi, iri dengki dan dendam membara
Saat lahir
kita yakin semua suci
Akankah kita akan kotori
Menjelang mati nanti.
bukankah kita telanjang
Lalu apa yang salah sekarang dengan surban, peci, blangkon, jubah, sutra dan lainya
Saat lahir
Kita tak membedakaan warna
Lalu pentingkah kita mempersoalkan merah, kuning, hitam dan putih.
Saat lahir
Kita yakin itu bukanlah derita
Lalu bahagiakah kita dengan emosi, iri dengki dan dendam membara
Saat lahir
kita yakin semua suci
Akankah kita akan kotori
Menjelang mati nanti.
Kamis, 03 Februari 2011
demokrasi masturbasi
Penginnya sih enak,
Kalau keinginan sudah menggebu
Lalu apa yang bisa mencegah
Selain akal sehat dan jiwa yang bersih
Namun apa daya
Semuanya telah berkerak
Akan noda korupsi dan emosi.
Sepertinya sih bakalan enak
Membayangkan yang sebenarnya terjadi
Dengan tatanan yang harmoni
Sejalan searah dan serasi
Semua aspirasi terserap
Tersalur
Ada reaksi
sukur-sukur terealisasi.
Dan ini memang bukan mimpi
Demokrasi terjadi
Sedangkan tujuan hanya seperti imaji dan angan-angan
Tak pernah tersentuh
Dan sepertinya masih sangat jauh sekali
Dimana aspirasi selalu turun kejalan
Yang selalu saja dibalut kerusuhan
Keributan, ejekan dan perusakan
Dan ini terjadi di alam demokrasi.
tiada perwakilan untuk mereka
Yang lusa telah dipilihnya,
Sepertinya tak berguna.
Demokrasi ini
Demokrasi dini
Demokrasi masturbasi.
Kalau keinginan sudah menggebu
Lalu apa yang bisa mencegah
Selain akal sehat dan jiwa yang bersih
Namun apa daya
Semuanya telah berkerak
Akan noda korupsi dan emosi.
Sepertinya sih bakalan enak
Membayangkan yang sebenarnya terjadi
Dengan tatanan yang harmoni
Sejalan searah dan serasi
Semua aspirasi terserap
Tersalur
Ada reaksi
sukur-sukur terealisasi.
Dan ini memang bukan mimpi
Demokrasi terjadi
Sedangkan tujuan hanya seperti imaji dan angan-angan
Tak pernah tersentuh
Dan sepertinya masih sangat jauh sekali
Dimana aspirasi selalu turun kejalan
Yang selalu saja dibalut kerusuhan
Keributan, ejekan dan perusakan
Dan ini terjadi di alam demokrasi.
tiada perwakilan untuk mereka
Yang lusa telah dipilihnya,
Sepertinya tak berguna.
Demokrasi ini
Demokrasi dini
Demokrasi masturbasi.
Kamis, 27 Januari 2011
bukan karena itu
Semoga bukan karena itu
Ditutupinya perbuatan-perbuatan tak bermoral itu
Dengan rajinnya ia menunaikan syariat
Semoga bukan karena itu
Tidak dikerjakan syariatnya
Melainkan malas berdalih pemahaman hakikat
Alangkah indahnya syariat teriring hakikat
Jasmani dan rohani yang berjalan harmoni berirama
Perwujudan manunggaling jiwa raga untuk hidup sebenarnya.
Semoga bukan karena itu
Semangat-semangat untuk mendapatkan kehormatan kehidupan
Dan kedudukan beragama.
Tapi itu semua ada.
Semoga bukan karena itu.
Dikala kita berlomba-lomba untuk mendapatkan surga
Dan ramai-ramai menghindari neraka,
Bukankah surga yang seharusnya mengejar kita?
Dan neraka seharusnya tak mau menyentuh sehelai rambutpun.
Dengan apa yang kita perbuat
Seharusnya itu sesuatu yang wajar terjadi
Tak perlulah kita menakar-nakar amalan kita
Ataupun sibuk mencari perhatiannya.
Ditutupinya perbuatan-perbuatan tak bermoral itu
Dengan rajinnya ia menunaikan syariat
Semoga bukan karena itu
Tidak dikerjakan syariatnya
Melainkan malas berdalih pemahaman hakikat
Alangkah indahnya syariat teriring hakikat
Jasmani dan rohani yang berjalan harmoni berirama
Perwujudan manunggaling jiwa raga untuk hidup sebenarnya.
Semoga bukan karena itu
Semangat-semangat untuk mendapatkan kehormatan kehidupan
Dan kedudukan beragama.
Tapi itu semua ada.
Semoga bukan karena itu.
Dikala kita berlomba-lomba untuk mendapatkan surga
Dan ramai-ramai menghindari neraka,
Bukankah surga yang seharusnya mengejar kita?
Dan neraka seharusnya tak mau menyentuh sehelai rambutpun.
Dengan apa yang kita perbuat
Seharusnya itu sesuatu yang wajar terjadi
Tak perlulah kita menakar-nakar amalan kita
Ataupun sibuk mencari perhatiannya.
Langganan:
Postingan (Atom)