Kamis, 02 Juni 2011

sudah biasa

Amat sopar
Berdoa dia sebelum ke kakus
Dan sesaat kemudian
Enak-enaknya di dalam
Terasa pengin bersin
Alhasil
Bersinlah dia
Dan berucap alkhamdulillah,
Itu sudah menjadi kebiasaannya
Tapi lupa dia
Ini di dalam kakus
Selazimnya itu tak di ucapnya
Dia sadar
Berucaplah dia astaghfirullahal 'adzimi
Mohon ampun
Atas khilaf berseru tadi
Celakanya lagi
Ia lupa atau memang sudah reflek biasa
Amat sopar masih didalam
Tak selazimnya berucap demikian.

Khilaf
Sudah biasa
Ataukah ucapan yang tanpa rasa ia.